Tips Belajar Renang

Tips belajar renang (pengalaman seseorang) :

1450139_197216353799904_521629061_n

Langkah 1 : Kuatkan tekad

Ada lebih banyak alasan bagi orang dewasa untuk tidak belajar renang, yang utama biasanya adalah rasa malu (terutama bila dilihat anak kecil yang sudah bisa berenang jadi tengsin sendiri). Percayalah akan satu hal, anda bukan satu-satunya orang dewasa yang baru belajar berenang, jadi sebenarnya teman anda banyak, tidak perlu malu. Anda akan melihat hal tersebut bila sudah seringkali ke kolam renang.

Kemudian carilah alasan penguat tekad lainnya. Untuk saya saat itu adalah anak. Saya takut bila mengajak anak bepergian lewat transportasi air (yang cukup banyak di kota saya Banjarmasin) bila ia kecebur tak mampu menolong. Saya juga takut ia tidak bisa berenang karena bapaknya tidak bisa berenang.

Langkah 2: Pergi ke kolam renang

Anda tidak berharap bisa berenang hanya dengan membaca teknik berenang bukan? Jadi pergilah kekolam renang. Datanglah pagi-pagi, karena biasanya orang belum terlalu banyak (saya selalu datang jam 7 pagi). Masuklah ke air dan nikmati.

Peringatan : Karena anda belum bisa berenang maka penting bagi anda untuk memastikan keamanan. Pastikan anda berada di wilayah yang kedalamannya masih memungkinkan anda untuk berdiri dengan aman dengan kepala di udara untuk bernafas.

Untuk tahap awal ini saya menyarankan sekitar kedalaman sepinggang hingga setinggi dada. Cobalah untuk memasukkan kepala anda sebentar-sebentar kedalam air, hanya untuk membiasakan saja. Berpeganglah di tepi kolam renang dengan gaya superman terbang (posisi badan horinzontal) untuk merasakan daya apung tubuh anda sambil mengerakkan kaki. Hari pertama cukup lakukan ini, tidak perlu terburu-buru.

Langkah 3: Menemukan daya apung tubuh anda

Percayalah, tubuh manusia mengapung di dalam air. Kenyataannya, akan lebih susah untuk tenggelam dari pada timbul di dalam air. Setelah anda mulai bisa berenang, anda akan mengetahui untuk menyelam lebih susah daripada untuk mengapung.
Yang perlu diperhatikan kata kunci disini adalah anda mengapung di dalam air, bukan dipermukaannya. Hanya sebagian kecil dari tubuh kita yang muncul diatas permukaan air. Saya menemukan daya apung tubuh saya, bila melayang di air, adalah dari atas kepala hingga sedikit dibawah mata, dengan demikian dari bawah mata hingga keujung kaki berada dibawah air. Eksplorasilah daya apung tubuh anda sendiri (jangan khawatir, anda yang bertubuh gemuk justru memiliki daya apung yang lebih besar).
Bagaimana cara mengetahui daya apung tubuh anda? Carilah kolam renang dengan kedalaman kurang lebih dada/dagu anda. Merapatlah ketepinya dengan tubuh menghadap dinding. Berpeganganlah ketepi kolam. Perlahan-lahan masukan tubuh anda ke dalam air dengan menekukkan kaki anda hingga kaki anda melayang di atas lantai kolam. Anda tidak perlu menahan napas. Setelah tubuh anda masuk kedalam air, lepaskan pegangan tangan anda. Biarkan tubuh anda melayang di dalam air beberapa saat sampai menemukan titik keseimbangannya. Setelah beberapa saat anda mengetahui sampai dimana daya apung tubuh sendiri.
Sudahkah anda menemukan daya apung tubuh anda? Gagal? Kenapa? Karena anda keburu panik sehingga memutuskan berdiri untuk mengambil napas?
Inilah rintangan yang pertama saya temui. Kebanyakan orang yang belum bisa berenang akan panik jika mukanya (terutama hidung) masuk kedalam air. Anda terlalu singkat di dalam air, sehingga belum benar-benar menemukan daya apung tubuh.
Untungnya saya akhirnya menemukan alat bantu yang pas. Apakah itu pelampung? Bukan, dalam belajar saya tidak menggunakan pelampung sama sekali. Pelampung memang akan membantu anda untuk timbul di dalam air dengan memperbesar daya apung tubuh. Namun itu bukan daya apung tubuh sendiri. Yang kita perlukan adalah menemukan daya apung itu tanpa bantuan apapun.
Alat itu adalah snorkel (alat menyelam sederhana yang terdiri dari mask dan pipa bernapas). Belilah snorkel yang bagus, memang lumayan mahal tapi siapa tau anda akan melanjutkan hobi ini dengan snorkeling di taman laut suatu hari nanti. Ikuti petunjuk pemakaiannya. Biasakan bernapas lewat mulut melalui pipa tersebut. Coba juga untuk membuang air yang masuk pipa dengan menghembuskannya kuat-kuat (seperti ikan paus).
Setelah terbiasa, coba ulangi langkah menemukan daya apung tubuh diatas. Kabar baiknya, dengan bantuan pipa yang jauh menjulang diatas kepala, anda tidak perlu khawatir tentang bernapas. Masukkan tubuh anda kedalam air, santai saja, bernapaslah biasa. Bertahanlah cukup lama di dalam air dan biarkan tubuh anda melayang. Sudah? Lebih enakkan dengan adanya alat bantu ini. Anda bahkan dapat melihat-lihat sekeliling di dalam air. Cobalah sedikit mengerakkan kaki dan tangan dalam kondisi tubuh melayang ini. Putarlah posisi tubuh anda hingga membelakangi dinding kolam.
Dalam menemukan daya apung tubuh ini yang utama adalah jangan panik. Biasanya setelah menemukan daya apung tubuh anda, kepercayaan diri akan sedikit naik dan anda mulai menikmatinya.
Cara ini cukup berhasil bagi diri saya. Namun saya bukan perenang ahli, kenyataannya saya adalah pemula yang menjadikan renang sebagai olahraga selingan dan rekreasi. Jadi saya tidak mengatakan cara saya tepat, jadi modifikasilah sesuai kebutuhan anda.
Dikutip dariĀ http://syarief76.wordpress.com/2011/05/23/belajar-renang-untuk-orang-dewasa-part-1/

Share Button

You may also like...