Sahabatku ditelan bumi

1477475_196834497171423_1463677787_n

Sahabatku di telan bumi, itulah yang dapat kuungkapkan mengingat kejadian 24 tahun yang lalu. cerita ini di tulis oleh adik kelasku, semoga teman2 dapat mengambil hikmahnya…Pendakian Bersama WerdiBhuwana ke Gunung Gede – Jawa Barat pada bulan November 1989. Tepatnya 2 minggu sebelum Ujian Tengah Semester, pada saat itu Surya berada di kelas III A12 (Setara dengan kelas III IPA2). Pendakian diikuti 17 orang, antara lain Ardan Ardiansyah (Tapak Rimba), Hendra Utama (Wana Padri), Hary Judianto (Wana Padri), Surya Ibrahim Dompas (Tapak Rimba), Boy Syabana (Bayu Buana), Alm. Julini (Tapak Rimba) dan 11 anggota WerdiBhuwana lainnya. Pendakian Gede ini juga merupakan janji Surya kepada angkatan kelas 1 yang baru saja dilantik pada akhir Oktober 1989, angkatan Bayu Buana 1992.

Gunung Gede berada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango – Cianjur, Jawa Barat, merupakan gunung dengan 2 puncak tertinggi dan masing-masing didampingi oleh alun-alun luas yang dipenuhi oleh hamparan padang bunga edelweiss. Salah satu puncak tertingginya, Gunung Gede dengan ketinggian 2.958 mpdl mempunyai alun-alun yang dinamakan Surya Kencana pada ketinggian 2.750 mdpl dengan luas hampir sekitar 50 hektar. Pendakian dapat dilakukan melalui jalur Gunung Putri, Cibodas dan Salabintana. Jalur yang sering dilewati oleh pendaki adalah jalur Gunung Putri dan Cibodas.

Jalur Gunung Putri memiliki karakteristik terjal hampir 45º tetapi lama perjalanan naik dari Pos Pendaftaran hingga puncak Gede dapat ditempuh hanya dalam waktu 5-6 jam dan perjalanan turun dapat ditempuh dalam waktu 2-3 jam. Lain dengan jalur Cibodas, yang mempunyai tingkat kesulitan lebih rendah karena tidak terlalu terjal tetapi jarak tempuh dari Pos Pendaftaran menuju Puncak Gede bisa mencapai 8-9 jam dan perjalanan turun bisa ditempuh selama 4-5 jam.

25 November 1989
Semua anggota tim pendakian sudah berkumpul di SMA N 82 Jakarta dan sebelum memulai perjalanan, diawali dengan doa, Surya yang memimpin doa untuk keselamatan selama perjalanan. Ketika sudah berangkat dari sekolah sekitar magrib di kawasan Blok M, Surya yang menjadi bagian dokumentasi pada saat itu, tidak mempunyai kamera, sehingga ia meminta tim untuk tetap melanjutkan perjalanan ke Gunung Gede sementara ia akan meminjam kamera Norick, sepupunya yang tinggal tidak begitu jauh dari Blok M. Saat berada di tempat Norick, Surya masih berusaha mengajak Norick untuk ikut dalam pendakian, sejak pagi di sekolah Surya sudah mengajaknya tetapi karena keadaan yang tidak memungkinkan, Norick hanya meminjamkan kameranya dan pada saat itu Surya berjanji, bahwa ini adalah pendakian terakhirnya karena ia ingin fokus belajar untuk Ujian Akhir Semester di sekolah.

Rencana awal pendakian akan dimulai dari jalur Cibodas dan akan turun melalui jalur Gunung Putri. Tidak ada rencana untuk bermalam di gunung, sehingga perlengkapan yang dibawa bisa dikatakan minim. Jam 22.00 tim sudah berada di Cibodas dan langsung menuju Information Centre untuk melapor dan mengurus ijin pendaftaran kepada petugas PHPA.

26 November 1989
Setelah mendapatkan ijin pendakian, tim bergerak menuju Pos Kandang Badak jam 00.30. Tim beristirahat sejenak di Pos Panyangcangan, lalu Surya Ibrahim, Hary Judianto, Hendra Utama dan (alm.) Julini memutuskan untuk beristirahat di pos sambil menunggu pagi hari sedangkan tim lainnya melanjutkan pendakian menuju Puncak Gede.

Bisa dikatakan Surya dan yang lainnya tertinggal hampir 6 jam, karena tim sudah mencapai Puncak Gede jam 05.30 subuh, sebelum sunrise tetapi sekitar jam 12.00 Surya dan yang lainnya masih belum sampai Puncak Gede. Ketika tim memutuskan untuk kembali melalui Pos Kandang Badak, Surya dan yang lainnya sudah melewati Pos Kandang Badak tetapi masih dalam perjalanan menuju Puncak Gede, sempat berpapasan di Tanjakan Setan jam 13.30. Saat berpapasan, tim mengajak Surya dan yang lainnya untuk ikut turun sebelum kena hujan dan gelapnya malam karena kondisi saat itu sudah mendung, yang mengikuti ajakan turun hanya (alm.) Julini. Surya Ibrahim, Hary Judianto dan Hendra Utama masih tetap melanjutkan pendakian menuju Puncak Gede.

Menurut penuturan Hendra Utama, pada waktu muncak sudah sekitar jam 14.00, dia dan Hary memutuskan untuk ikut dengan rombongan lain yaitu turun melalui Cibodas tetapi Surya masih ingin melewati alun-alun Surya Kencana dan pada akhirnya turun melewati Gunung Putri. Hendra dan Hary mengetahui Surya sudah beberapa kali melalui jalur Gunung Putri, sehingga mereka tidak khawatir untuk melepasnya melewati jalur Gunung Putri seorang diri walaupun kondisi Surya tidak sehat dan perbekalan yang sangat minim.

Sekitar jam 14.40, Hary Judianto dan Hendra Utama mulai bergerak turun kembali menuju Cibodas. Pada saat turun ini, Hary dan Hendra sempat diantar oleh Surya Ibrahim sampai pada pohon pertama dari puncak. Setelah mengantar Hary dan Hendra, kemudian Surya melanjutkan perjalanan menuju puncak Gunung Gede dan disini Hary masih sempat melihat Surya sedang bergerak menuju puncak. Dan disinilah saat terakhir Hary melihat Surya Ibrahim.

27 November 1989
Satu tim pendakian sudah kembali ke sekolah untuk persiapan Ujian Tengah Semester. Tetapi di antara mereka, tidak terlihat sosok Surya Ibrahim. Ibunda Surya mulai menanyakan dimana keberadaan Surya, pihak sekolahpun diberitahu oleh Norick, sepupu Surya dan mulai dilakukan pencarian di beberapa lokasi dimana Surya mungkin berada, tetapi tetap saja tidak ditemukan sosok dirinya. Pada Selasa 28 November 1989, Surya dilaporkan hilang ke pihak Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
Selengkapnya : https://www.facebook.com/notes/thea-arabella/surya-ibrahim-dompas-permata-yang-hilang/434599527944?notif_t=like_tagged

1453454_196834480504758_2043346487_n

Share Button

You may also like...